KULIAH = DUREN (????)

Kemarin saya bersyukur dengan SANGAT karna dua hal!!

Pertama, karena teman, adik, sahabat skaligus apalah terserah,,hehe..akhirnya bisa menutup hari ini dengan kemenangan atas semua kekhawatirannya sendiri..Yup, bgitu saya memanggilnya,,Telah sukses melewati tahap terakhir dari karir seorang mahasiswa S1 di kampusnya.

Sidang Sarjana,,Telah mampu dilewatinya setelah ribuan hari berjuang mengalahkan segala rintangan (yang saya sendiri tidak yakin apakah saya cukup kuat untuk melalui rintangan itu jika saya yang ada di posisinya) demi sebuah gelar, “S.Farm” (yang oleh kebanyakan orang sering dikira sebagai gelar bagi Lulusan S1 Pertanian-tanpa maksud merendahkan derajat para Sarjana Pertanian- “huh!!”). Saya bangga, saya ikut bangga!!

Karna untuk saya, kebanggaan menjadi seorang farmasis, terlepas setelah lulus saya akan bekerja di bidang apa nanti, tetap tidak bisa dihilangkan sampai kapanpun seumur hidup saya..terlebih lagi setelah belajar dari pengalaman si teman agar bisa lulus tepat waktu yang sangat rumit bin ribet..hehe..

Selama 5 tahun pendidikan yang saya jalani, saya tahu benar, banyak rintangan dan ketidaksesuaian sistem pendidikan yang diterapkan dengan sistem pendidikan ideal yang diinginkan oleh masing-masing civitas kampus (antara dosen yang kadang otoriter, atau justru mahasiswanya yang tidak bisa diajak bekerjasama, karna setiap masalah tentu punya dua sisi yang berbeda seperti mata uang)..tapi justru karena banyaknya rintangan itulah, saya, sebagai Pharmacist (saya lebih suka menyebutnya begitu), merasa BANGGA karena telah mampu melewati semuanya, dan itu artinya, seorang pharmacist dilatih sejak awal untuk tidak gentar melewati semua rintangan, besar ataupun kecil..!!

Padahal sejak awal, saya tidak pernah menyangka jika rasanya kuliah sama seperti makan duren (????)
-entah kenapa duren yang terpikir,,tapi mari kita coba analogikan-.

MAKAN DUREN, harus menunggu hingga musim panen duren untuk memakannya, sebelum panen pun jelas banyak usaha yang harus dilakukan, apakah memberi pupuk atau apapun itu (saya ga ngerti juga gimana cara ngerawat pohon duren,,hehehe), sebelum bisa memberi pupuk, jelas harus ada bibit pohon yang ditanam.. dan nanti setelah panen pun, buahnya tidak bisa langsung dimakan, harus dibuka dulu cangkang berdurinya yang berlapis, dan untuk membuka cangkangnya jelas harus mahir dan sekuat tenaga.

Analoginya begini, untuk masuk kuliah, perlu mengikuti SPMB atau Ujian Masuk lainnya (menanam bibit pohon duren), dan setelah masuk, silakan nikmati masa-masa menunggu hingga semester demi semester terlalui..Dengan cara apa??Adalah dengan mengikuti setiap kuliah dan praktikum yang -waktu saya kuliah dulu- jadwalnya penuh dari senin hingga sabtu, dari pagi hingga sore bahkan malam (memberi pupuk, dll yang saya tidak mengerti benar itu,,hehe..). Dan agar setiap satu semester dapat terlalui dengan bekal ilmu yang (semestinya) sudah dimiliki dari tiap ruang kuliah dan laboratorium (pohon durennya sudah mulai berbuah), maka harus dilakukan ujian baik tertulis maupun praktikum yang porsi nilainya sangat menentukan kelulusan -dan biasanya jadwal UTSnya bisa berdekatan hingga jadwal UAS hingga mahasiswa seringkali hectic saat ujian- untuk kemudian dengan cemas berharap mendapat nilai yang terbaik dan bisa segera lulus. (menguji nyali dan kemampuan membuka cangkang duren yang berduri sekaligus memacu adrenalin karna tidak sabar untuk makan duren,,hihihi..).

Lalu apa yang bisa kita lakukan setelah UAS dilewati??Tentunya dengan masuk ke semester berikutnya yang tidak kalah beratnya..Dan butuh 4 tahun untuk bisa puas menikmati hasil jerih payah kita -yang notabene hanya berupa Rasa Lega, Kebanggaan dan Ilmu Yang Secuil dari Sejagad Pengetahuan Kefarmasian yang ada- (Apa yang bisa kita lakukan setelah membuka cangkang durennya??Masih banyak lapisan di dalamnya, yang buahnya tidak dapat diambil hanya dengan satu kali buka..bisa 4 bahkan lebih lapisan di dalamnya..)

Dengan berbekal gelar Sarjana, pendidikan pun belum berakhir dan kemudian dilanjutkan ke jenjang Sarjana Plus untuk menghilangkan keraguan tentang mendapatkan peluang kerja di dunia yang hanya mengandalkan Ijazah Sarjana, dan bukan Sarjana Plus. (Aroma duren yang kuat menyarankan agar setiap penikmatnya minum air putih dengan berwadahkan cangkangnya agar aromanya hilang atau tidak terlalu menyengat).

Namun ternyata keraguan akan peluang kerja tetap saja beberapa orang rasakan setelah menjadi Sarjana/Sarjana Plus dan sesekali berkunjung ke Career Day yang diadakan oleh universitas-universitas terbaik di negri ini. (Setelah dicoba minum air putih dari cangkangnya, ketika si penikmat duren *maaf* kentut, ternyata tetap saja aroma kuatnya belum hilang..bahkan bertambah parah..hihihi… )

Dan satu lagi, perjuangan yang 4-5 tahun itu hanya ditentukan keberhasilannya dengan seharian ujian di laboratorium ditambah 1 jam di ruang sidang bertegang-tegang ria dan cuap-cuap sana sini meyakinkan si empat sampai enam orang penguji bahwa si Calon Wisudawan memang pantas untuk Lulus (untuk Sarjana Plus,,yang seharusnya lebih dihargai kapabilitas praktisnya setelah melewati empat tahun sebelumnya dalam program Sarjana) hff…(sekian banyaknya usaha dan panjangnya waktu yang dinantikan hingga duren bisa dimakan, namun ternyata waktu yang dibutuhkan untuk makan duren itu tidak lebih dari 5 menit saja..)

hff,,semoga analoginya nyambung,,hahaha..

Diluar saya suka duren atau tidak (dan FYI, kebetulan saya memang kurang suka duren ;p), atau apakah peluang kerja Sarjana/Sarjana Plus tidak selalu seindah yang dibayangkan, saya tetap BANGGA karna kini menjadi bagian dari Pharmacist sedunia, yang telah sedikit banyak membantu ‘Menyembuhkan Luka Penduduk Dunia’ dengan pedoman 7 Star Plus Pharmacistnya..

Karna dari 5 tahun yang saya jalani, tentunya banyak ilmu yang saya dapat (ya iyalah, masa 5 taun ga dapet ilmu!!!Gila aja..huehehe..), dan dengan ilmu itu, saya yakin bahwa Tuhan selalu menciptakan sesuatu dengan manfaat yang terbaik untuk umatNya, maka ilmu Farmasi yang telah diciptakan Tuhan -yang juga saya punya sekarang-, saya yakin tidak akan sia2x dan pasti bermanfaat besar dalam kehidupan dan karir saya nanti.

Dan tentu juga dengan tidak menutup kemungkinan untuk berkarir di bidang lain sembari terus mencoba menghilangkan kejenuhan dan keraguan yang bisa jadi ada dalam diri saya sendiri saat ini hingga nantinya dapat membantu mengembangkan dunia kefarmasian dengan apapun yang saya miliki nanti..(Modal buat buka apotek atau klinik gitu misalnya…) huehehehe..

to be continued,,,

*read next post for the sequel..hehe..

4 Comments

Filed under Hari Ini

4 responses to “KULIAH = DUREN (????)

  1. Ga nyambung cun..
    hahhaa…

  2. marishall

    hahaha,,sialll!!

    Iyalah cuy, dapet ngutip dr perbincangan jg sih,,halaaah..perbincangan…hihihi..

    Biar ah, nanggung.. ;p

  3. Treante

    makan durennya gak di malam harikan?😛

    btw, kamu itu teman stu kampusnya Adit ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s