Apa Kata Dunia??

Seharian tadi Meira masih bisa tertawa lepas,,

Anehnya malam ini dia menangis hebat,,

Namun Ia sadar bahwa hidup selalu ada dalam keseimbangan..dan itu yang dia jalani hari ini..baik-buruk, atas-bawah, bgitupun tawa,,lalu tangis..

Dia menahan tangisnya sejak masih senja tadi dan kedua mata yang dimilikinya spertinya tak lagi kuat bertahan lama kalau harus menjaga agar air matanya tidak keluar..Lama dan keras ia berusaha untuk menahan..

Akhirnya dia memutuskan untuk menangis saja bahkan ketika ia masih dalam perjalanan pulang..dan dilanjutkannya setiba ia di rumah dan mengurung diri dalam kamar..Meskipun ia tak pernah tahu untuk apa dan dari siapa ia mengurung diri dan bersembunyi, karna toh Ia hanya tinggal sendiri..Mau berteriak pun rasanya tak akan ada yang mendengar, kecuali mungkin tetangga sebelah jika sedang tidak beruntung bisa mendengar teriakannya di malam yang memang sedang sepi…

Satu jam lamanya Ia menangis, dan matanya pun tak lagi kuat untuk bertahan kalau harus menangis semalaman, dan lagi air matanya pun mulai mengering,, jadi Ia putuskan untuk Ia sudahi saja tangisannya yang tak beralasan itu,,dan berpikir untuk berbagi cerita dengan apa saja, dengan siapa saja….

Tapi ternyata Ia masih tak yakin harus melakukan apa, di depan samping kanan kiri dan belakangnya hanya ada tembok yang bahkan tak bisa mendengar sepatah pun kata dari mulutnya yang ingin bercerita…

Si tombol telepon pun malas dipencetnya. Ia rasa akan sulit untuk bercerita saat si ritme bicara tak lagi jelas karna sibuk menghela nafas panjang untuk menggantikan yang tadi sempat hilang..

Lalu Ia putuskan lagi untuk tidur saja,,,

Tapi ternyata matanya terlalu sembab dan berat untuk dibawa tidur,,entah apa jadinya besok jika keinginan untuk tidur diturutinya saat itu juga..Mungkin kantung matanya akan sebesar kantung kado santa klaus..huff,,

Akhirnya ia putuskan untuk bercerita soal tangisnya dalam buku harian saja,,Paling tidak bisa melegakan karena sampah-sampah dalam benaknya bisa dititipkan pada sesuatu..dan Ia cukupkan malam ini sampai disini..Semoga esok pagi Ia masih diberi kesempatan untuk kembali tertawa lepas,,

Kini Meira pun dapat tidur dengan ‘cukup’ pulas ditemani sisa hela nafas yang belum lagi teratur dan mata yang terlalu sembab untuk dibilang “Ga Apa Apa Kok”..

Untungnya, Ia sudah memutuskan untuk tidak akan keluar rumah esok hari..Jadi tak masalah…

Ya..untungnya,,,coba kalau tidak…

Apa Kata Dunia???

3 Comments

Filed under Cerpen Tanpa Awal

3 responses to “Apa Kata Dunia??

  1. apa kata dunia???

    ehm…

    knapa mbak meira/meirasha/meirisha/marisha…..??

    hahhaha…

  2. marishall

    dan si bawel pun berkomentar,,,

    Katanya sih si Meira cuma kesel sama orang yg bisanya cuma nuduh ga jelas dan negative thinking padanyah,,,dan waktu itu ksabaran Meira sedang minus,,

    Mungkin itu ksimpulan akhir cerpen kali ini,,hahaha…

  3. marishall

    bay de wei,,,

    kalo ga salah tanggal 200808 kita pergi ke BTC sore2x dan pulang malem demi si kemeja item..hahaha…^_^

    *mengingatngingat,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s