Napak Tilas Medical Record RS. Borromeus a/n Marisha,,

Kalau si teman tercinta napak tilas farmasiunpad.net

Maka saya melakukan napak tilas yang lain,,hahahaa,,,

dan dengan Inspirasi Optimal saya mencoba menulis,,,

Tulisan kali ini diinspirasi oleh seorang teman yang mengabarkan kalau seorang teman kami yang lain masuk rumah sakit pagi ini karena penyakit ter’umum’ sedunia namun bisa menjadi ter’fatal’ sedunia jika tidak diatasi sejak dini..

Eh atau mungkin tulisan ini lebih diinspirasi karena hati nurani yang masih berperang melawan keadaan, atau sebaliknya??ah,,apapunlah,,hehehe..Semoga tulisan ini bermanfaat,,

Cerita berawal saat pagi ini salah satu teman kuliah saya masuk UGD..
Si teman yang masuk UGD Rumah Sakit Al-Islam itu didiagnosa menderita DBD atau thypus, kok masih ‘atau’ yah?? Yah,,dua penyakit ini memang sering mengecoh,,gejalanya hampir sama, sehingga seringkali dokter yang memeriksa kesulitan memastikan penyakit yang diderita pasien,,dan diagnosa baru dapat dipastikan setelah 3-4 hari penyakit diderita pasien dengan tes darah setelah masa inkubasi virusnya tercapai disertai Test Widal untuk thypus.

Nah nah nah,,,berhubung satu dan lain hal,,dan juga berhubung sudah satu kali dua kali dan kesekian kalinya saya pengalaman masuk rumah sakit karena berbagai penyakit (apa ini tandanya saya penyakitan?ekekek..)

FYI, buat saya, ‘sakit’ adalah ketika saya sudah tidak kuat untuk duduk, kalo masih bisa duduk, berdiri apalagi berjalan itu bukan sakit namanya, jadi yang saya sebut dengan sakit adalah saat saya dengan terpaksa harus dirawat di rumah sakit,,huhuhuu…

Maka di tulisan ini saya mau berbagi cerita tentang  gejala yang dirasakan berhubungan dengan sakit yang pernah saya rasakan (heheh,,bangga amat neng!).

Rekaman Pertama, Gedung ‘Perawatan Bayi’ (saya ga tau namanya apa “Apa Dit namanya??”) RS Borromeus, dirawat pada usia 6 bulan karena diare yang hampir merenggut nyawa (kata orang tua saya mah gitu, mungkin lebay aja, hehe..), saya sendiri tidak ingat seperti apa rasanya,,yang pasti saya diinfus di bagian kepala karena katanya susah mencari pembuluh darah untuk infusnya..ahhaha..(jadi mestinya si otak ini encer setelah di infus di bagian terdekat dengan otak,tapi kayanya ga ngaruh tuh,,,huahaha,,,)

Rekaman Kedua, Gedung Maria RS Borromeus, kelas 2 SMP, dirawat karena Demam Berdarah selama satu minggu..

Gejala:

1. Panas Tinggi. Panas bisa turun naik, bisa juga tidak turun sama sekali sepanjang hari.

2. Menggigil dan terasa ngilu tulang. Perasaan dingin di sekujur tubuh dan ada titik tertentu di tubuh terasa ngilu menusuk tulang.

3. Trombosit mulai turun. Dengan kadar trombosit sekitar 80 ribu/mm3 yang bisa diketahui dengan tes darah di laboratorium. (ya iyalaah,, masa ngitung sendiri..hehe..)

Dan beberapa gejala lain yang bisa dirasakan oleh penderita Demam Berdarah (saya sih ga sampe ngerasain gejala di bawah ini). Gejala ini dirasakan oleh kakak saya yang menderita demam berdarah dengan trombosit mencapai di bawah 10 ribu/mm3. (dengan Kuasa Tuhan, kakak saya masih sehat sudah punya anak sekarang,hehe..)

-Buang Air Besar berwarna hitam dan keras. Gejala ini terlihat jika trombosit sudah mulai rendah
-Sakit saat mata memandang ke samping. Beberapa teman jg mengalami ini, terasa sakit jika melirik ke    samping kiri dan kanan.
-Tengkuk sakit. Terkadang juga, terjadi pembengkakan di tengkuk dan terasa sakit

Pengobatan yang dijalani: Infus Cairan Elektrolit ditangan kanan, Penurun panas, Vitamin, dan minum air putih sebanyak mungkin. Ditambah asupan makan bergizi dan jus jambu,,,hmm,,ini bagian enaknya,hehe..(ga heran kalo sekarang saya jadi suka jus jambu,,ekekek..)

Tapi perlu diingat, turunnya trombosit tidak selalu berarti terkena Demam Berdarah, penyakit lain seperti ITP (Immunologic Thrombocytopenia Purpura), DIC (Disseminated Intravascular Coagulation), dan juga Thypus selalu disertai gejala penurunan kadar trombosit.

Rekaman Ketiga, Gedung Yosef RS Borromeus (karena penyakitnya menular, jadi dulu saya ditempatkan di Gedung ini), kelas 3 SMP, dirawat karena Thypus selama 10 hari..

Gejala:

Diawali demam lebih dari tiga hari. Nyeri di seluruh bagian badan dan seperti orang mau flu. Bedanya, demam thypus umumnya muncul sore dan malam hari sementara siang hari badan akan terasa sehat. Demam tingginya yang bisa mencapai 39-40 C sukar turun walau minum obat dan disertai nyeri kepala hebat. Perut terasa tidak enak, dan tidak bisa buang air besar selama beberapa hari.

Gejala ini bisa dibandingkan dengan artikel Thypus

Pengobatan yang dijalani: Infus oh infus di tangan kiri, vitamin, antibiotik, palingan Kloramfenikol (ga inget dan belom merhatiin juga,,heheheh…) makanan serba lembut dan diblender, hmm,, ( tp enak2x aja kayanya,,ehehhe…) dan pasca perawatan yang tentu tidak diperbolehkan makan yang asem, keras dan pedas selama satu bulan, huaah,,siksaan berikutnya..

Rekaman Keempat, Gedung Maria RS Borromeus, Masa kuliah akhir tahun ketiga, dirawat selama 1 minggu karena katanya keracunan obat,,hahah..(ironis sekali sementara saya mustinya lebih mengerti tentang obat!!cha’ul!!)

Gejala:

Demam tinggi, linu-linu (awalnya saya kira cuma flu karena rasanya sama), sakit kepala dengan kepala terasa amat sangat berat, mual, muntah, badan memerah, timbul bercak-bercak merah di sekujur badan (semacam lesi penyakit campak, tapi kata dokter kali ini bukan campak, ah aneh..)

Pengobatan yang dijalani: Infus oh infus kita bertemu kembali di pergelangan tangan kanan, Vitamin, dan air minum sebanyak mungkin untuk menurunkan demam tingginya (Tidak diberi obat karena kan ceritanya keracunan obat, jadi ga boleh dikasih obat dulu,,huhuhh..jadi saya cuma numpang tidur dan diinfus aja di ‘hotel’ inih..)

Rekaman Kelima, Gedung Carroleus RS Borromeus, Masa kuliah akhir tahun ketiga juga, dirawat selama 1 minggu (tepatnya kembali dirawat setelah baru satu minggu keluar rumah sakit di pengalaman keempat saya tadi, hahah..) karena katanya keracunan obat yang belum sembuh benar, ditambah thypus juga,,hahahah..Total, satu bulan saya keracunan obat!!! (Tapi lalu dokter lain bilang Campak Jerman,,idiih,,gaya benerrr!!!ekekek..)

Gejala:

Hampir sama dengan gejala di pengalaman keempat saya, (jelas karena penyakitnya pun itu itu juga,hehe..), bedanya kali ini ditambah nyeri menelan, sakit di bagian ulu hati setiap menelan baik itu air minum apalagi makanan, mata buram dan pandangan kabur, diare yang konsistensinya encer benar,,,(hyaikkk) dan si bercak merah yang timbul itu semakin banyak, kemudian timbul keluar menyerupai bekas luka yang mengering, timbul di bagian wajah, badan, kaki, tangan, smua…

Pengobatan yang dijalani: Infus oh infussyiaaaul ‘rasanya baru kemarin kita bertemu’ kali ini di punggung tangan kanan…(aw aw awww,,kebal juga lama-lama..hehe..), minum air sebanyak mungkin, sedikit doa2x mujarab dan air ajaib,,hehe..  Anehnya, kalo emang gejala thypus ko masih ga boleh dikasih obat yah??Trus si thypus itu ilang sndr gitu??ah kan ceritanya keracunan obat….ekekek…

Akhirnya setelah sekitar satu minggu dirawat, si lesi merah itu mengering dan melotok dengan sendirinya (rasanya kaya uler baru ganti kulit dan punya wajah baru,,heheh…)

Satu hikmah lain yang saya peroleh, berat badan turun drastis setelah hampir satu bulan bulak balik rumah sakit,,haghaghag,,,

Alhamdulillah, sampai hari ini saya sehat wal’afiat dan bisa menjalani hari dengan makan banyak lagi….!!!hohohoo..

“Ya Tuhan kami, hanya kepadaMulah kami berserah diri, mohon ampun dan hanya kepadaMu kami kembali.”

Leave a comment

Filed under Hari Ini, Just Another Interesting Stuff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s